Kategori

Tuesday, February 13, 2018

3 Cara Bijak dalam memarahi Anak

View Article


Cara Bijak Memarahi Anak

Perbincangan kita kali ini bukanlah tentang peniruan. Karena itu marilah kita kembali berbincang bersama bagaimana ancaman kepada anak, acapkali tidak menghasilkan perubahan yang baik. Ancaman tidak banyak bermanfaat untuk menghentikan kenakalan anak atau perilaku yang membuat kita sewot. Sebaliknya, ancaman justru membuat anak belajar berontak dan menentang. Salah satu sebabnya, anak merasa orangtua tidak menyayangi ketika kita meneriakkan ancaman di telinga mereka. Selain itu, kita sering lupa menunjukkan apa yang seharusnya dikerjakan anak manakala kita asyik melontarkan ancaman.
Lalu apa yang perlu kita lakukan? Pertama, Adalah buruk memarahi tanpa memberikan penjelasan. Sekali waktu kita perlu duduk bersama dalam suasana yang mesra dengan anak untuk berbicara tentang aturan-aturan.
Kedua, kita bisa membuat komitmen bersama dengan anak untuk mematuhi aturan. Misalnya, mintalah kepada anak agar tenang ketika ada tamu. Kalau ada yang perlu disampaikan, atau anak menginginkan sesuatu, hendaknya menyampaikan kepada orangtua dengan baik-baik dan bersabar bila belum bisa memenuhinya.
Bersama dengan komitmen ini kita bisa membicarakan dengan anak konsekuensi apa yang bisa diterima bila anak mengamuk di saat ada tamu. Sekali lagi, konsekuensi ini disampaikan dengan nada yang akrab. Bukan ancaman. Bila anak melakukan hal-hal negatif yang sangat mengganggu, orangtua bisa mengingatkan kembali kepada anak dan lagi-lagi tidak dengan nada mengancam.
Di sinilah letak beratnya. Kita acapkali mudah kehilangan kendali. Kita mudah membelalak saat marah, tetapi lupa untuk konsisten.

"Ibu / Bapak Sudah Bilang Berkali-kali."
Perilaku yang menjengkelkan memang lebih mudah diingat, lebih membekas dan cenderung menggerakkan kita untuk segera bertindak. Sebaliknya perilaku positif cenderung kurang bisa mendorong kita untuk memberi komentar, kecuali jika perilaku tersebut benar-benar sangat mengesankan. Konsumen yang kecewa pada suatu produk, akan segera menggerutu ke sana kemari, meski kekecewaan itu sebenarnya tidak seberapa. Tetapi konsumen yang puas cenderung akan diam saja, kecuali jika kepuasan itu sangat menakjubkan. Orangtua dan anak juga demikian. Orangtua mudah ingat perilaku negatif anak, sementara anak mungkin tidak bisa melupakan tindakan orangtua yang menyakitkan hatinya.
Salah satu kebiasaan umum orangtua yang menyakitkan hati anak sehingga bisa melemahkan citra dirinya adalah ungkapan, "Ibu / Bapak sudah berkali-kali bilang, tapi kamu tidak mau mendengarkan."
Ungkapan ini memang efektif untuk membuat anak diam menunduk. Tetapi ia diam karena harga dirinya jatuh, bukan karena menyadari kesalahan. Jika ini sering terjadi, anak akan memiliki citra diri yang buruk. Dampak selanjutnya, konsep diri dan harga diri (self esteem) anak akan lemah. Anak melihat belajar memandang dirinya secara negatif, sehingga lupa dengan berbagai kebaikan dan keunggulan yang ia miliki. Sebaliknya orangtua juga demikian, semakin sering berkata seperti itu kepada anak, kita akan semakin mudah bereaksi secara impulsif. Kita semakin percaya pada anggapan sendiri bahwa anak-anak kita memang bandel, menjengkelkan dan susah dinasehati.
Tidak mudah memang, tetapi kebiasaan memarahi anak dengan ungkapan "Bapak kan sudah bilang berkali-kali" atau yang sejenis dengan itu, harus kita kikis secara sadar dari sekarang. Kita perlu menguatkan tekad untuk berkata yang lebih positif, betapa pun hampir setiap komentar kita masih buruk.


Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja
Suatu saat, kira-kira jam setengah dua dini hari seorang anak saya bangun dari tidurnya. Ia kemudian beranjak dan mengajak adiknya yang masih bayi bercanda, padahal adiknya baru saja tertidur. Sebagaimana ibunya, saya juga sempat emosi. Hampir-hampir saya tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi saya segera tersadar bahwa yang dilakukan oleh anak saya merupakan cerminan dari dari rasa sayangnya kepada adik. Nah, apa yang terjadi jika saya mencela anak saya? Apalagi kalau saya memelototi dan menghardiknya keras-keras, iktikad baik itu bisa berubah menjadi kemarahan sehingga anak justru mengembangkan permusuhan kepada adiknya. Ia bisa belajar membenci adiknya.
Apa yang saya ceritakan hanyalah sekedar contoh. Tidak jarang anak menampakkan perilaku "negatif", padahal ia tidak bermaksud demikian. Suatu ketika, pulang dari play-group anak saya berkata, "Bapak kurang ajar." Setelah saya tanya maksudnya, ternyata dia tidak mengerti makna kurang ajar. Ia mengatakan, "Kurang ajar itu ya main-main, sembunyi-sembunyian."
Kita sangat mudah keliru menangkap maksud anak. Kita gampang terjebak dengan apa yang kita lihat. Karenanya kita perlu belajar untuk lebih terkendali dalam menilai anak. Jangan sampai terjadi anak punya maksud baik, tetapi justru kita cela dirinya sehingga justru mematikan inisiatif-insiatif positifnya. Bahkan andaikan ia memang melakukan tindakan yang negatif, dan ia tahu tindakannya kurang baik, yang kita perlukan adalah menunjukkan bahwa ia seharusnya bertindak positif. Kita luruskan perilakunya. Bukan mencela dirinya. Sibuk mencela anak membuat kita lupa untuk bertanya, "Kenapa anak saya berbuat demikian?" Di samping itu, celaan pada diri -dan bukan pada tindakan-bisa melemahkan citra diri, harga diri dan percaya diri anak. Pada gilirannya, anak memiliki motivasi yang rapuh.
Sebagian kita merasa tidak merasa mencela anak, padahal ucapan kita menyudutkan anak. Misalnya, "Kamu kenapa tidak mau mendengar nasehat bapak? Heh? Kamu selalu saja ngeyel."
Pada ucapan ini, fokus kemarahan kita adalah anak sebagaimana kita tunjukkan dengan kata kamu. Bukan tindakannya yang salah.




Jangan Katakan "Jangan"
Barangkali tidak ada kata yang lebih sering diucapkan oleh orangtua pada anak melebihi kata "jangan". Kita menggunakan kata jangan begitu melihat anak melakukan tindakan yang kurang kita sukai. Kita juga menggunakan kata jangan, bahkan di saat kita mengharap anak melakukan yang lain. Padahal kata jangan tidak membuat mudah mengerti apa yang seharusnya dilakukan. Akibatnya, anak sulit memenuhi harapan orangtua, sementara orangtua bisa semakin jengkel karena merasa nasehatnya tidak didengar anak. Orangtua merasa anaknya suka ngeyel (kepala batu, orang Bugis bilang).
Lalu, apakah kita tidak boleh memberi larangan? Saya tidak dapat membayangkan betapa hancurnya sebuah dunia tanpa ada larangan sama sekali. Begitu pun keluarga. jangan katakan jangan pada saat ia sedang melakukan kesalahan. Tunjukkanlah apa yang seharusnya dilakukan. Atau bersabarlah sampai ia menyelesaikan maksudnya, Kalau kita tidak mau anak bermain pasir di teras, katakanlah, "Nak, main pasirnya di teras saja, ya?" Singkat, padat, jelas dan positif. Bukan, "Ayo, jangan main pasir di teras. Saya pukul kamu nanti."
Kapan sebaiknya kita sampaikan larangan? Saat terbaik adalah ketika anak sedang akrab dengan orangtua. Dalam suasana netral, larangan yang kita berikan pada anak akan lebih efektif. Anak lebih mudah memahami. Mereka bisa menerimanya sebagai aturan. Bukan menganggapnya sebagai serangan kepada dirinya.


Cerita Inspirasi - 12 Barisan di Akhirat

View Article



12 Barisan di Akhirat

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."
Maka dinyatakan apakah 12 barisan tersebut.....

Barisan Pertama
Digiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua
Digiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Yang Maha Pengasih: "Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan sholat,maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketiga
Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. "Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keempat
Digiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. "Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jual beli, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kelima
Digiring dari kubur dengan bau busuk dari bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. "Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula merasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Keenam
Digiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. "Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Ketujuh
Digiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. "Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."


Barisan Kedelapan
Digiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. "Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesembilan
Digiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. "Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesepuluh
Digiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. "Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kesebelas
Digiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. "Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka..."

Barisan Kedua Belas
Mereka digiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: "Mereka adalah orang yang beramal saleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu,ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat ampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih..."
Semoga kita semua di saf yang Ke-12 yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Amin...

--------------------------------

Sunday, February 11, 2018

Renungan Buat Sang Suami

View Article


Renungan Buat Sang Suami

Wahai sang suami ....
Apakah membebanimu wahai hamba Allah Swt..

untuk tersenyum di hadapan istrimu dikala anda masuk ketemu istri tercinta, agar anda meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala anda melihat anak dan istrimu?!!

Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat anda menghampiri dirinya?!!

Apakah memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan meletakkannya di mulut sang istri, agar anda mendapat pahala?!!

Apakah termasuk susah, kalau anda masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap : "Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh" agar anda meraih 30 kebaikan?!!  

Apa yang membebanimu, jika anda menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

Tanyalah keadaan istrimu di saat anda masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu, jika anda menuturkan kepada istrimu di saat masuk rumah : "Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun".

Sesungguhnya, jika anda betul-betul mengharapkan pahala dari Allah walau anda letih dan lelah, anda mendekati sang istri tercinta dan menjimaknya, maka anda mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :"Dan di air mani seseorang kalian ada sedekah".

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika anda berdoa dan berkata : Ya. Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya.

Ucapan baik adalah sedekah.
Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
Berhubungan badan mendapatkan pahala. 





--------------------
Diambil dari kitab " Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syeikh Mushtofa Al Adaw

Romantisme bagi wanita itu penting

View Article


Mengapa Wanita Menyukai Keromantisan?

Sudah jadi rahasia umum bahwa wanita suka hal-hal romantis. Wanita mana yang tidak akan menitikkan airmata menyaksikan adegan drama romantis di film kesayangannya? Atau, semua wanita pada suatu saat pasti pernah memimpikan akan bertemu dengan 'sang ksatria berbaju besi' yang akan menyelamatkannya hingga 'hidup bahagia selamanya'. Sebenarnya, apa sih yang membuat wanita begitu 'tergila-gila' pada semua hal yang berbau romantis, sementara pria sepertinya tak telalu peduli akan hal tersebut?

Definisi romantis sebenarnya sederhana, yaitu melakukan perbuatan untuk mempengaruhi perasaan seseorang dengan memberikan perhatian berlebih, hadiah atau pujian. Tapi, seperti kita ketahui, ada yang lebih dari sikap romantis ketimbang sekedar sebuah kerlingan mata, seutas senyum, sekotak coklat atau segudang pujian. Benarkah?

Tentu saja, ujar Robert Billingham, seorang professor di bidang perkembangan manusia dan studi keluarga dari Indiana University, AS. "Namun, untuk menjelaskan hal itu lebih lanjut, pertama-tama kita harus menyamakan 'bahasa' dengan mengganti kata 'romantis' dengan kata 'sayang' atau 'peduli', karena itulah yang sebenarnya dicari oleh wanita," ungkap Billingham.

"Bagi wanita, sikap romantis adalah refleksi dari kepercayaannya terhadap pasangannya," kata Billingham. "Dari sudut pandangnya yang mendalam, seorang wanita akan menyadari bahwa keintiman seksual melibatkan kerelaan untuk 'menyerahkan diri'. Saat berhubungan seks, seorang wanita akan 'membiarkan' dirinya 'diserang' secara fisik oleh pria, yang notabene lebih besar dan lebih kuat dibanding dirinya. Dalam hal ini, dibutuhkan rasa percaya yang amat besar.

Keintiman seksual yang sejati sifatnya amat emosional dan membutuhkan rasa percaya yang amat besar dari pihak wanita. Bahkan, seorang pelacur pun akan mengatakan hubungan seks bersama pacarnya akan berbeda dengan yang dilakukannya untuk pelanggannya, karena ketika mereka 'bekerja', tak ada keterikatan emosional.

"Ketika seorang pria bersikap romantis terhadap wanita, itu tandanya ia menunjukkan rasa sayangnya pada wanita tersebut dan menyatakan bahwa ia mampu memenuhi kebutuhannya. 

Yang ingin dikatakannya adalah, "Aku tertarik padamu, dan aku tak bermaksud jahat , percayalah padaku," ujar Billingham. "Dan hal-hal seperti itulah yang dibutuhkan seorang wanita agar ia jatuh cinta pada pria tersebut-dan tetap mencintainya. Di lain pihak , pria tak membutuhkan kedekatan emosional dan rasa percaya yang besar untuk memulai suatu hubungan seks. Yang dibutuhkannya hanyalah ereksi dan sebuah target."



Seorang neurolog, Dr. James Olds, setuju dengan teori bahwa wanita memang menyukai (dan membutuhkan) keromantisan, tapi hal itu lebih disebabkan karena otak wanita memang diprogram untuk berespon positif terhadap hal itu. "Alasan mengapa seseorang jatuh cinta adalah adanya dorongan dari dalam hati untuk berreproduksi-yaitu untuk membuat kopi genetic dari dirinya," ungkap Olds, direktur Krasnow Institute for Advanced Study di George Mason University, Virginia, AS. "Akan tetapi pria dan wanita memandang reproduksi dari kacamata yang berbeda," ujarnya.

"Pria memiliki persediaan sperma yang hampir-hampir tak terbatas dan telah terprogram secara biologis untuk 'menyebarkan benih-benih itu'-untuk memaksimalkan kesempatan mengkopi DNA mereka sebanyak mungkin. Sementara, wanita hanya memiliki sel telur dalam jumlah terbatas dan telah terprogram secara genetik untuk melindunginya.

Otak wanita memandang pasangan prianya sebagai 'calon ayah yang potensial' bagi telurnya-itulah mengapa mereka menunggu 'tanda-tanda' dari pria. Sikap romantis atau peduli yang diperlihatkan oleh pria ditanggapi secara positif oleh wanita sebagai bukti bahwa sang pria dapat membantunya membangun 'sarangnya', mampu menghidupinya serta membantunya mengasuh anak," jelas Olds. "Jadi, sebenarnya otak manusia itu terpenjara oleh kodrat biologisnya sendiri."

Secara ilmiah hal tersebut dapat diartikan sebagai berikut: meskipun kita mengaku diri kita 'kebal' terhadap hal-hal yang romantis atau tidak mudah terpengaruh oleh 'roman picisan', bila kita mendapat perlakuan romantis dari orang yang tepat akan memicu hasrat kita untuk berumah tangga dan membina keluarga.


Hal itu mungkin ada benarnya. Paling tidak Linda, 39, seorang produser dari sebuah rumah produksi yang juga adalah ibu dari seorang anak berusia 3,5 tahun, mengaku telah mengalaminya. "Dulu, aku sama sekali bukan penggemar hal-hal romantis," kenangnya. "Aku hampir tak pernah membaca novel-novel roman atau menonton telenovela dan sejenisnya. Aku juga tak pernah pacaran dengan pria romantis. Rasanya, aku tak pernah mendapat bunga di Hari Valentine. Sebelum aku bertemu Edi yang sekarang menjadi suamiku, aku tak pernah terlalu memikirkan hal-hal yang romantis. Tapi saat mengalaminya sendiri, rasanya waw-tiada duanya!"

Ia menganggap Edi sejak pertama memang romantis-keromantisan yang tulus dan tidak dibuat-buat, dan itu menjadi salah satu alasan mengapa ia langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan memutuskan untuk menikah dengannya. Salah satu bukti keromantisannya adalah, "Edi selalu mengingat tanggal-tanggal bersejarah dan semua perkataanku, ia juga suka merencanakan kejutan-kejutan kecil. Seperti ketika ulang tahun pernikahan kami yang pertama, ketika itu kami sama-sama sibuk. Ia baru memperluas usahanya-jadi keuangan sedikit ketat waktu itu-dan aku sendiri tenggelam dalam pekerjaanku. Jadi aku tak membuat rencana khusus untuk merayakannya dan ia pun tak menyiratkan niat bahwa ia merencanakan sesuatu. Ketika hari itu tiba, ia hanya berkata, "Ayo kita makan malam di luar," dan dengan tampang seolah tak terjadi apa-apa menyarankanku untuk memakai gaun yang spesial. Tahu-tahu, di depan pintu rumah kami telah menunggu sebuah limosin yang penuh berisi sampanye yang kemudian membawa kami ke  sebuah restoran mahal yang biasanya harus dipesan jauh-jauh hari. Aku amat kaget sekaligus tersentuh dengan caranya memanjakanku. Ketika kutanya mengapa ia melakukan ini semua, ia hanya berkata, "Ulang tahun pernikahan yang pertama 'kan hanya sekali seumur hidup." "Jadi, menurutku, keromantisan sejati adalah ketika seorang pria benar-benar memahami diri Anda dan rela melakukan sesuatu untuk membuat Anda merasa diistimewakan," ujarnya.

Mungkin orangtua kita juga telah menemukan kebenaran dari hal ini sejak dulu. Ambil contoh Oma Ella, 70, yang bersama suaminya, Herman, telah hidup bersama selama lebih dari 50 tahun. "Opa Herman bukan tipe pria romantis, apalagi jaman dulu tak ada romantis-romantisan, tapi ia selalu penuh perhatian," ungkap Oma Ella. "Dan menurutku itu yang lebih penting daripada apapun di dunia ini." "Kami sangat suka berbagi-baik dulu maupun sekarang," ujarnya. "Dan selalu begitu sepanjang perkawinan kami. Kami sangat tertarik dengan kegiatan satu sama lain dan biasanya tak sabar untuk menceritakan kejadian selama sehari. Bersikap romantis itu lebih dari sekedar memberi bunga atau hadiah-siapa saja dapat memberinya. Tapi hanya orang-orang tertentu yang peduli pada anda dan ingin anda berbahagia. Bila itu terjadi, itu baru namanya romantis."

Saturday, February 10, 2018

Susah daftar Google Adsense? Ini Tips nya.

View Article


Artikel ini ditujukan bagi para pemula yang baru mau atau sedang membuat situs dan ingin mendapatkan uang tambahan dari Google Adsense.Google Adsense sendiri merupakan program affliasi yang digunakan Google untuk menarik minat webmaster untuk ikut mempromosikan iklan Google.
Berikut 10 Tips & Trik Google Adsense bagi pemula:
1. Buat yg belum apply Google Adsense (GA) atau sering ditolak apply di adsense, mungkin bisa memulai dengan membuat Blog berbahasa Inggris di www2.blogger.com – Update setidaknya 1 – 2 Minggu kalau dah OK baru apply GA. Langkah ini kemungkinan berhasil 90% dengan catatan situs anda bukan situs illegal (hacker, porno, download crack) dan sejenisnya serta situs juga harus sering di-update
2. Sebaiknya situs anda ber-bahasa Inggris kalau Indonesia atau campuran biasanya akan jarang keluar text-ads-nya Google, yg keluar 99% iklan layanan (bisa diakalin tapi melanggar TOS – Terms of servises) kecuali situs anda sudah tahunan (lebih dari 1 – 2 tahun) baru keluar iklan bahasa Indo kalau yg campuran kadang-kadang bisa Indo dan juga bisa Inggris dan kadang-kadang bisa keluar “iklan layanan”
3. Jgn sekali-kali anda mencurangin Google karena cepat atau lambat anda pasti ketahuan, baca TOS dahulu karena tiap 3 – 6 bulan sekali pasti ada ketentuan baru yg makin hari saya lihat makin rumit… 90% yg punya GA pasti pernah melakukan kecurangan baik di sengaja ataupun tdk, yg paling sering curang pasti akan di ban, kl yang jarang paling diperingatin terlebih dahulu
4. Bagi yg ingin meningkatkan traffic situsnya secara gratis bisa memakai cara:
- Daftar di semua situs search engine terutama Google, Yahoo dan MSN (lakukan tiap 2 Minggu)
- Tukeran link / banner dgn sesama situs
- Kirim e-mail ke yg kenal-kenal saja (jangan spam) atau cantumkan signature di e-mail anda
- Pakai signature situs anda ketika posting di forum
- Mailing list kadang-kadang bisa membantu (jangan spam juga)
- Update situs dan buat semenarik dan se-informatif mungkin sehingga menarik minat utk yg masuk
- Lakukan cara apapun asal jangan SPAM & tdk melanggar TOS GA
5. Cara lainnya anda mesti bayar dgn memasang banner di situs lain, yang anda rasa sesuai dengan apa yang anda promosikan atau pasang adword dgn Google. Jangan sekali-kali bayar situs yg menjanjikan trafik ribuan pengunjung karena sifatnya hanya sementara dan dilarang oleh GA
6. Jangan anda melakukan spam di manapun utk promosi situs karena saya sendiri jg benci spam dan yg spam biasanya reputasi situsnya akan jelek walau trafik meningkat sebentar tp utk jangka panjang akan berefek tidak baik dan situs anda akan di “blacklist”. Jangan jadi orang yang menyebalkan karena netter Indo sudah banyak di cap dgn reputasi buruk di internet sebagai netter yg suka hacker, bajak hak cipta, nipu bangsa sendiri dan yg terakhir mulai suka SPAM
7. Anda bisa affiliate dgn clickbank, amazon atau yg lainnya utk nambah penghasilan situs anda. Posisi penempatan iklan yang tepat, tampilan situs dan berita yang sering di-update juga bisa menjadikan keuntungan tersendiri buat anda
8. Sebaiknya situs anda mempunyai akhiran .com .net karena kalau cuma blogspot dari Google akan sangat banyak saingan utk saat ini dan jarang masuk ranking top ten kecuali anda menemukan kata-kata yg unik untuk itu atau situs anda sangat informatif dan berita yg diberikan situs anda bermanfaat bagi banyak orang. Kalaupun demikian butuh waktu lama utk bisa di posisi atas kecuali anda iklankan situs anda
9. Anda sebaiknya harus punya hobi menulis artikel karena kalau tidak situs anda hanya berisi informasi yg diambil dari situs orang lain dan rating anda akan lamban naiknya kalaupun anda ambil dari situs org lain dan terus anda edit dan perbagus, harap cantumin sumber dari berita anda karena ini adalah kode etik jurnalis. Artikel saya saja di internet juga sering dibajak orang tanpa mencamtumkan sumbernya dr mana. Belajarlah berbagi dan saling menghargai sesama netter, kalau anda termasuk orang yang suka membajak, yah mohon dikurangi dan lama-lama dihilangkan…
10. Hal terakhir yg paling penting adalah “jangan pernah menyerah” karena semua orang dan saya juga memulai dari nol. Segala sesuatu selalu ada permulaannya. Belajar, belajar dan belajar adalah kunci utama kalau mau sukses di bidang ini dan saya juga masih melakukannya hingga hari ini



Read more: http://mylaboratorium.blogspot.co.id/2012/01/10-tips-trik-google-adsense-bagi-pemula.html#ixzz56iSLZhgI

Hidup Untuk Dakwah

View Article


Hidup Untuk Dakwah

Sahabat
Jika engkau hidup untuk dakwah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan
Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan


Sahabat
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan
sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah kamu iri dan berpikir
tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka
sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah dakwah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran,
gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya
Jika kau diluaskan usia,
maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan
Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan
Jangan jadikan dakwah
sebagai ajang gaul sesama teman
Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang
Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang
Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahanam
Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan


Sahabat
Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia
Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia
Jadikan bahwa tanpa dakwah kalian begitu menderita


Sahabat
Jalan dakwah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya
Dan jika engkau hidup di dunia ini
tidak untuk tegakkan risalah-Nya Itu
artinya engkau pun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga

Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi
ruhmu bakal dicabut dari badan

Di Balik Detik Kehidupan

View Article


Di Balik Detik Kehidupan
Waktu adalah umur manusia, ia tersusun dari detik demi detik hingga meningkat menjadi menit lalu jam, hari, dan seterusnya. Hasan Al Bashri pernah berkata: "Wahai Bani Adam! Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari. Ketika hari telah berlalu,maka berlalu pulalah sebahagian dari dirimu"
Diantara sebab terpenting dari suksesnya para pendahulu kita dalam menapaki segala tantangan dan rintangan yang menghadang adalah kedisiplinan mereka mengisi waktu dengan menginterospeksi setiap detik yang berlalu. Lebih-lebih terhadap menit, jam ataupun hari. Maka pantaslah jika mereka (umat Islam saat Rasulullah masih hidup) menyandang gelar "Khoirul Ummah" (sebaik-baik generasi).
Demikian agungnya makna waktu dalam kehidupan manusia. Rosulullah SAW telah bersabda : "Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya, dan tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya. (Ad Darimi: 538)
Manusia akan mempertanggungjawabkan sekecil apapun persoalannya di dunia ini. Maka sungguh mengherankan, bagaimana jam, hari dan tahun berlalu dengan sia-sia. Ibnu Mas'ud berkata: "Saya sangat membenci sekali, jika melihat seseorang yang leha-leha, tidak mengerjakan amalan untuk dunianya maupun untuk akhiratnya."
Begitulah para salaf ash sholih, mereka selalu mengisi umurnya dengan tekun, baik dengan perkara dien ataupun dunia, tanpa letih dan jemu. Waktu yang terkait dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT."Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz. Dzariyat :56).

Ibadah kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan penjagaan terhadap waktu. Jika seorang hamba memahami makna ibadah dan tujuan penciptaan makhluk, maka sudah pasti ia akan memahami pentingnya waktu. Dan jika waktu adalah barang yang berharga bagi orang yang berakal, itu tak lain karena waktu adalah umur manusia, sebuah kehidupan yang dimulai ketika saat kelahiran dan berakhir hingga detik-detik menjelang ajal.